Resume Day 2 PKKMB

 


1. Ainun Najib
    Tema: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami perubahan besar dalam fungsi dan interaksi. Pembelajaran digital dan online meningkat dengan platform e-learning dan MOOC, memberi akses pendidikan yang lebih luas. Kurikulum diintegrasikan dengan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan dan big data, sambil mempersiapkan mahasiswa untuk industri 4.0 dengan fokus pada soft skills. 

Infrastruktur TI diperkuat dengan jaringan broadband dan laboratorium virtual. Kolaborasi global terjadi melalui kemitraan dengan institusi internasional dan program pertukaran. Penggunaan data untuk evaluasi pembelajaran semakin menjadi penting. Perguruan tinggi berperan sebagai inovator dan penggerak revolusi industri, menyediakan startup dan inkubator bisnis. Adaptasi cepat diperlukan agar tetap relevan dan menghasilkan lulusan berkualitas. 


2. Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. 
Tema:  Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Korupsi merupakan masalah serius yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, menghilangkan hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, di mana generasi muda diharapkan menjadi kunci untuk membuat Indonesia bebas dari korupsi. 

Generasi muda penting karena mereka akan menjadi pemimpin yang membentuk masa depan bangsa. Dengan nilai integritas yang ditanamkan sejak dini, mereka bisa menjadi pemimpin yang bersih. Selain itu, mereka memiliki energi, kreativitas, dan pemahaman teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan mengembangkan solusi anti korupsi. Generasi muda juga cenderung lebih kritis dan terbuka terhadap perubahan, sehingga bisa menantang budaya korupsi yang telah ada. 

Integritas adalah senjata utama dalam memerangi korupsi. Untuk generasi muda, integritas mencakup kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, dan kemandirian. Mereka perlu memulai dari diri sendiri dengan menanamkan nilai integritas, menolak praktik-praktik kecil yang mengarah ke korupsi, dan hidup sederhana. Selain itu, mereka juga harus aktif belajar tentang korupsi, berdiskusi dengan teman sebaya, dan bergabung dengan organisasi anti korupsi. 

Pemanfaatan teknologi sangat penting dalam pengawasan. Generasi muda harus menggunakan media sosial untuk mengawasi kinerja pemerintah dan mendukung transparansi serta akses terhadap informasi publik. Mereka juga harus berpartisipasi dalam pemilu dengan cerdas dan terlibat dalam perencanaan pembangunan agar suara masyarakat didengar. 

Tantangan yang dihadapi meliputi budaya koneksi, ketidakpastian masa depan, lingkungan yang tidak mendukung integritas, dan rasa takut melapor. Dengan membangun integritas, generasi muda bisa menjadi agen perubahan sejati yang mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Melalui kesatuan dan tekad, Indonesia bebas korupsi bisa menjadi kenyataan.


3. KH Ma'ruf Khozin 
Tema:  Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An- Nahdliyah

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memiliki peran penting sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, yang merupakan paham Islam moderat. UNUSA didirikan dengan afiliasi langsung kepada NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia. 

Sebagai landasan ideologis, Aswaja mengutamakan pemahaman yang seimbang, toleran, dan menghargai keberagaman. Mahasiswa UNUSA diharapkan menjaga tradisi keilmuan NU melalui pemelajaran kitab-kitab klasik dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam konteks modern. Mereka juga berperan sebagai agen moderasi beragama, fokus pada toleransi dan dialog antaragama, serta menolak radikalisme. 

Mahasiswa terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan advokasi isu kemanusiaan. Mereka diharapkan untuk menjadi inovator dengan mengadopsi nilai-nilai Aswaja dalam teknologi dan budaya lokal. Implementasi di kampus mencakup kurikulum yang mendukung pendidikan agama dan ke-NU-an, serta kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan tradisi NU. 

Tantangan bagi mahasiswa termasuk menghadapi globalisasi dan radikalisme serta menyebarkan nilai Aswaja di dunia digital. Mereka diharapkan menjadi contoh dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut, untuk membangun peradaban yang berkeadilan dan berkepribadian Islam.


Tambahan:
Nama: Syifa Aini
Asal: Majalengka
Umur: 18
Prodi: S1 Kesehatan Masyarakat
Fakultas: Kesehatan

Media Sosial UNUSA:

Instagram:

Tiktok:

X:

Youtube:


Lihat punya teman saya: Lailatul Mas'udah

Komentar